TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
Keterampilan Mengadakan Variasi dan Keterampilan Menjelaskan
Disusun Oleh:
MILA KURNIA
(1820097)
Kelas: 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2020
A.Keterampil Mengadakan Variasi dan Keterampilan Menjelaskan
1. keterampilan mengadakan variasi
Variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. Jadi keterampilan menggunakan variasi merupakan keterampilan guru dalam menggunakan bermacam kemampuan dalam mengajar untuk memberikan rangsangan kepada siswa agar suasana pembelajaran selalu menarik, sehingga siswa bergairah dan antusias dalam menerima pembelajaran dan aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak terbebas dari kejenuhan apabila melihat serta mendengarkan hal yang sama. Demikian pula dalam bidang pembelajaran. Siswa akan menjadi bosan apabila setiap hari hanya menjumpai hal-hal yang rutin, seperti mendengarkan uraian guru semata. Untuk mengatasi kebosanan tersebut, guru dapat memberikan variasi dalam kegiatan pembelajaran. Variasi yang dapat dilakukan guru mencakup :
a. Variasi suara, meliputi:
- pemusatan perhatian,
- kesenyapan,
- kontak pandang,
- gerakan dan mimik, serta
- pergantian posisi.
b. Variasi penggunaan media dan alat pembelajaran, mencakup:
- variasi media dan alat yang dapat dilihat,
- variasi media dan alat yang dapat didengar, serta
- variasi media atau alat yang diraba atau dimanipulasi.
c. Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa
Pola ini sangat beragam, dari pola yang didominasi oleh guru sampai dengan pola yang memberi kesempatan siswa untuk bekerja sendiri sepenuhnya.
d. Tujuan penggunaan variasi dalam proses belajar mengajar yaitu menghilangkan kebosanan dalam mengikuti proses belajar, mempertahankan kondisi optimal belajar, meningkatkan perhatian dan motivasi peserta didik, dan memudahkan pencapaian tujuan pengajaran.
e. Jenis-jenis variasi dalam mengajar
- variasi dalam gaya mengajar, mencakup variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan,mengadakan kontak pandang, gerakan pandang dan mimik serta perubahan dalam posisi guru.
- variasi pola interaksi dan kegiatan, mencakup pola interaksi klasikal, kelompok dan perorangan.
- variasi dalam penggunaan metode, contohnya variasi alat bantu pembelajaran yang dapat dilihat, variasi alat bantu pembelajaran yang dapat didengar, variasi alat bantu pembelajaran yang dapat diraba dan dimanipulasi.
- Prinsip-prinsip penggunaan variasi dalam pengajaran adalah Variasi yang digunakan harus mengandung maksud tertentu, gunakan variasi dengan wajar dengan tidak berlebihan, perubahan satu jenis variasi ke variasi lainnya harus efektif dan penggunaan variasi harus direncakan dan sesuai dengan bahanmetode, dan karakteristik peserta didik.
2. Keterampilan Menjelaskan
a. Pengertian keterampilan menjelaskan
Keterampilan menjelasakan adalah suatu keterampilan menyajikan bahan belajar yang diorganisasikan secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang berarti, sehingga mudah dipahami para peserta didik.
Keterampilan menjelaskan dalam pengajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisir dengan sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu pesan dengan pesan yang lainnya, sehingga tercapailah suatu pemahaman yang diinginkan. Misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh, atau dengan suatu yang belum diketahui.
Pengertian menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang suatu benda, keadaan, fakta dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Menjelaskan juga dapat diartikan sebagai penyajian informasi lisan yang diorganisasikan secara sistematis yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan, mislnya antara sebab dan akibat, atau antara yang diketahui dan yang belum diketahui, atau antara hukum (dalil dan definisi) yang berlaku umum dengan ukti atau contoh sehari-hari.
b. Komponen-komponen merencanakan penjelasan, mencakup:
- hal-hal yang berhubungan dengan isi pesan,dan
- hal-hal yang berhubungan dengan siswa sebagai penerima pesan.
c. TUJUAN
- Membimbing siswa untuk dapat memahami ilmu pengetahuan secara objektif dan bernalar.
- Melatih siswa untuk senantiasa berkonsentrasi dalam menyimak penjelasan guru sehingga melibatkan mereka untuk berpikir sambil memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan.
- Untuk mendapat respon dan umpan balik (feed back) siswa mengenai tingkat pemahamannya serta untuk mengatasi kesalahpahaman mereka.
- Membimbing siswa untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dengan menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah tersebut.
- Meningkatkan keefektifan pembicaraan agar benar-benar merupakan penjelasan yang bermakna bagi siswa karena pada umumnya pembicaraan lebih didominasi oleh guru daripada oleh siswa.
KOMPONEN DAN CONTOH
Komponen keterampilan menjelaskan terbagi menjadi 2, yaitu :
1. Komponen merencanakan penjelasan
a. Isi pesan (tema)
Isi pesan yang dipilih dan disusun harus dijelaskan secara sistematis disertai contoh-contoh.
Cakupannya :
- Menganalisis masalah secara keseluruhan
Contoh : Pesawat terbang dapat terbang karena adanya unsure sayap khusus dan angin yang dapat dilihat keterkaitanya.
- Menentukan jenis hubungan yang ada antara unsur-unsur yang dikaitkan
Contoh : Kecepatan angina yang berada pada bagian atas dan bawah sayap pesawat
- Menggunakan hukum, rumus, dan generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan
Contoh : Prinsip sayap pesawat terbang dapat dipakai dalam mendesai mobil balap.
Penerima pesan harus dipertimbangkan karakteristiknya.
Kesiapan siswa memahami penjelasan, berkaitan erat dengan usia, jenis kelamin, kemampuan, latar belakang sosial, dan lingkungan belajar.
Sehubungan dengan itu ada tiga pertanyaan yang harus membimbing seseorang untuk merencanakan suatu penjelasan, yaitu :
- Apakah penjelasan itu cukup relevan dengan pertanyaan yang diajukan siswa
- Apakah penjelasan itu memadai, yakni mudah diserap siswa melalui apa yang telah diketahui
- Apakah penjelasan itu cocok dengan khazanah pengetahuan anak pada waktu itu.
Contoh : Siswa yang berada pada tingkat operasi kongkrit dengan pemakaian istilah yang masih terbatas dan kalimat yang panjang masih sukar ditangkap penggunaan contoh harus lebih banyak.
2. Komponen menyajikan penjelasan
a. Kejelasan
Kejelasan yaitu keterampilan yang erat kaitannya dengan penggunaan bahasa lisan. Kejelasan dalam menjelaskan, dapat dicapai dengan berbagai cara seperti bahasa yang jelas, berbicara dengan lancar, dan mendefinisikan istilah-istilah teknis, serta berhenti sejenak untuk melihat respon peserta didik.
b. Penggunaan contoh dan ilustrasi
Agar penjelasan yang diberikan dapat dipahami sesuai dengan tujuan yang diharapkan maka diperlukan beberapa contoh dan ilustrasi. Penggunaan contoh dan ilustrasi dapat dilakukan mengikuti pola induktif atau pola deduktif.
Induktif, yaitu memberikan contoh terlebih dahulu dan akhirnya menyimpulkan.
Deduktif, yaitu menggunakan contoh untuk memperjelas suatu hukum atau generalisasi yang diberikan terlebih dahulu.
Pola yang digunakan bergantung pada materi pembelajaran, kemampuan, usia dan latar belakang kemampuan peserta didik tentang pembelajaran tersebut.
c. Pemberian tekanan
Pemberian tekanan dilakukan pada bagian-bagian yang penting dengan cara penekanan suara atau mengemukakan tujuan. Keterampilan memberikan tekanan mencakup :
- Mengadakan variasi dalam gaya mengajar guru
Contoh : Memberi tekanan pada suara guru ketika memberikan butir-butir yang dianggap penting.
- Membuat struktur sajian
Yaitu menunjukkan tujuan utama sajian.
Contoh :
Memberikan pengulangan
Mengatakan sesuatu yang dianggap penting dengan kalimat lain
yang lebih mudah dipahami
Memberikan tanda lisan, seperti kata “pertama” , ”kedua” dll.
Peserta didik diberi kesempatan untuk menunjukkan pemahaman ataupun keraguan ketika penjelasan berlangsung (balikan).
Balikan bertujuan untuk mendapat informasi tentang tingkat pemahaman siswa, baik melalui pertanyaan mapun melalui tugas.Pada waktu memberikan penjelasan, hendaknya guru memperhatikan gerak-gerik dan mimik peserta didik, apakah penjelasan yang diberikan dapat dipahami atau meragukan, menyenangkan atau membosankan, dan apakah menarik perhatian atau tidak. Untuk kepentingan tersebut, perhatikanlah mereka selama memberikan penjelasan, ajukan pertanyaan-pertanyaan dan memberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan.
Daftar rujukan:
http://keguruandanpendidikan.blogspot.com/2011/10/sbm.htmlSukirman, Dadang. 2010. Keterampilan Dasar Mengajar. D:\Pasca sarjana UNP\Strategi
pembelajaran fisika\BAHAN\06 Keterampilan Dasar Guru\makalah ket das mengajar.
Artikelnya sangat membantu
BalasHapusArtikelnya bermanfaat sekali
BalasHapus