Jumat, 10 April 2020

Keterampilan dasar mengajar 2


TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
Keterampilan Dasar Mengajar 2



Disusun Oleh:
MILA KURNIA
(1820097)

Kelas: 4.4 PGSD


Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd



PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
 SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2020



Keterampilan dasar mengajar adalah keterampilan yang harus dimiliki setiap guru agar proses pembelajarannya berjalan dengan efektif dan bermanfaat. Adapun beberapa keterampilan dalam mengajar yaitu:

1. Keterampilan Membuka dan Menutup pelajaran
           
            Membuka pelajaran merupakan langkah awal seoarang guru dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan membuka pembelajaran didefinisikan sebagai alat atau proses yang memasukkan peserta didik ke dalam keadaan penuh perhatian dan belajar' (Brown 1991:98 dalam Mukminan 2013:211). Dengan demikian secara teknis, kegiatan membuka pembelajaran diartikan sebagai aktivitas pengajar untuk menciptakan suasana siap rnental dan menimbulkan perhatian peserta didik agar terpusat kepada apa yang akan dipelajari. Sedangkan kegiatan menutup pembelajaran dapat didefinisikan sebagai pengarahan perhatian peserta didik ke pada penyelesaian tugas tertentu atau urutan kegiatan pembelaiaran. Kegiatan menutup pembelajaran merupakan kegiatan memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang dipelajari peserta didik, mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tingkat keberhasilan pengajar dalam proses pembelajaran.
            Yang dimaksud dengan membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Sedangkan menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar.
            Jadi dapat diketahui bahwa kegiatan membuka dan menutup pembelajaran tidak mencakup kegiatan rutin yang dilakukan pengajar seperti: menunggu tanda bel, mengucapkan salam, mengecekkehadiran peserta didik menyiapkan alat peraga, dan sebagainya, tetapi merujuk pada kegiatan yang terkait langsung dengan perubahan perilaku peserta didik
            Komponen keterampilan membuka pelajaran meliputi: menarik perhatian siswa, menimbulkan motivasi, memberi acuan melalui berbagai usaha, dan membuat kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari. Komponen keterampilan menutup pelajaran meliputi: meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan, dan mengevaluasi.

Dalam membuka pelajaran guru haruslah:
(1) Menarik perhatian siswa: beberapa cara yang digunakan guru untuk menarik perhatian siswa antara lain dengan variasi gaya mengajar, penggunaan alat bantu mengajar dan pola interaksi yang bervariasi.
(2) Menimbulkan motivasi: dengan cara menunjukan kehangatan dan keantusiasan menimbulkan rasa ingin tahu, mengemukakan ide-ide yang bertentangan dan memperhatikan minat siswa.
(3) Memberikan acuan: usaha memberikan gambaran yang jelas kepada siswa mengenai yang akan dipelajari dengan cara mengemukakan secara spesifik dan singkat. Antara lain dengan mengemukakan kompetensi dasar, indikator hasil belajar.
(4) Membuat kaitan: bahan pengait sangat penting digunakan bila guru ingin memulai pelajaran baru. Antara lain mencari batu loncatan dari pengetahuan yang dimiliki siswa, guru membandingkan atau mempertentangkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah diketahui siswa, mengusahakan kesinambungan pelajaran yang lalu dengan sekarang.

Sedangkan dalam menutup pelajaran guru haruslah:
(1) Meninjau kembali dengan cara merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan.
(2) Mengevaluasi dengan berbagai bentuk evaluasi, misalnya mendemonstrasikan keterampilan, meminta siswa mengaplikasikan ide baru dalam situasi yang lain, mengekspresikan pendapat siswa sendiri, dan memberikan soal-soal tertulis serta mengekspresikan ide baru dalam situasi lain, soal tertulis.
(3) Memberi dorongan psikologi atau sosial.
(4) Interaksi guru dengan siswa saling menghargai dan memberikan dorongan psikologi dan sosial dengan memuji hasil yang dicapai, mengingatkan pentingnya materi, memberi harapan positif, meningkatkan percaya diri siswa akan potensi diri.

Tujuannya:
a. Membuka Pembelajaran bertujuan untuk:
1) Memusatkan perhatian dan membangkitkan motivasi peserta didik terhadap tugas-tugas yang harus dilakukan.
2) Menginformasikan cakupan materi yang akan dipelajari dan batas-batas tugas yang akan dikerjakan peserta didik.
3) Memberikan gambaran mengenai metode atau pendekatan-pendekatan yang akan digunakan maupun kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik.
4) Melakukan apersepsi, yakni mengaitkan materi yang telah dipelajari dengan yang akan dipelajari.

b. Menutup pembelajaran
1) Untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian kompetensi.
2) Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengajar dalam melaksanakan kegiatan pembelaiaran.
3) Membuat rantai kompetensi antar kompetensi yang sekarang sedang dipelajari dan kompetensiserta materi pada kegiatan yang akandatang.
4) Menjelaskan hubungan antara pengalaman belajar yang telah dialami dengan pengalaman baru yang akan dialami/dipelajari pada kegiatan yang akan datang.


2. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
           
            Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya keterampilan berbahasa.


3. Keterampilan Mengelola Kelas

            Menurut Mukminan (2013:225) Mengelola kelas dapat diartikan sebagai upaya menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal terkait dengan proses pembelajaran. Seadangkan keterampilan mengelola kelas berarti kemampuan pengajar menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimai. Kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika pengajar mampu mengatur peserta didik dan sarana-prasarana pembelajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Dengan pengelolaan keias yang baik diharapkan akan tercipta kondisi belajar yang optimal bagi peserta didik dan mengembalikan ke kondisi belajar yang optimal apabila terdapat gangguan dalam proses pembelajaran.
           
Tujuannya:
a. Mendorong peserta didik mengembangkan tanggung jawab individual terhadap perilaku nya.
b. Membantu peserta didik mengerti arah perilaku yang sesuai.
c. Menimbulkan rasa tanggung jawab pada setiap peserta didik dalam tugas dan berperilaku positif.

Komponennya:
Keterampilan mengelola kelas yang perlu dikuasai pengajar adalah:
1) memberikan petunjuk yang jelas pada setiap kegiatan pembelajaran
2) mengarahkan perilaku pada pencapaian kompetensi secara optimal
3) mengelola kelompok, baik dalam bentuk kelompok kecil, sedang maupun besar
4) menuntui tanggung jawab peserta didik secara individual maupun kelompok
5) membagi perhatiansecara merata ke seluruh kelas
6) menunjukkan sikap tanggap terhadap permasalahan peserta didik
7) menegur peserta didikyang berperilaku negatif
8) memberikan penguatan bagi yang berhasil melakukan perilaku positif
9) menemukan dan memecahkan perilaku yang menimbulkan rnasalah.


Prinsip penggunaannya:
a. Menekankan pada perilakuyang positif, penanaman disiplin, dan tanggung jawab
b. Hindari pemberian informasi yang berlebihan, ketidaktepatan memulai dan mengakh kegiatan, berkepanjangan (bertele-tele) dalam pemecahan permasalahan, daseringnya memberikan penjelasan yang tidak relevan dengan materi pembahasan.


4. Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan

            Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3-8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa dengan siswa. Komponen keterampilan yang digunakan adalah keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi, keterampilan mengorganisasi, keterampilan membimbing dan memudahkan belajar dan keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
            Dari kompetensi yang telah dijelaskan di atas, yang paling penting bagi guru adalah bagaimana cara guru dapat menggunakan agar proses pembelajaran dapat berjalan baik. Salah satu faktor yang dapat mengukur proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, makin banyaknya jumlah siswa bertanya.




DAFTAR RUJUKAN

Cucun Sunaengsih, Deden Tantang Surya. 2018. Pembelajaran Migro. Sumedang: UPI    Sumedang Press

Mukminan, dkk. 2013. Modul Pelatihan Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Intruksional (PEKERTI). Yogyakarta : Universitas Negri Yogyakarta.

Rusman. 2017. Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana

7 komentar: