TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
Keterampilan Dasar Mengajar 1
Disusun Oleh:
MILA KURNIA
(1820097)
Kelas: 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2020
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Menurut hasil penelitian ( Turney, 1979), terdapat 8 keterampilan dasar mengajar yang dianggap berperan penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran. Keterampilan yang dimaksud adalah sebagai berikut.
1. Keterampialan Bertanya
G. A. Brown dan R. Edmodson. 1984 ( dalam Anitah Sri 2007: 7.6) mendefenisikan pertanyaan adalah “segala pernyataan yang menginginkan tanggapan verbal (lisan)”. Pada umumnya, tujuan bertanya adalah untuk memperoleh informasi. Namun, keiatan bertanya yang dilakukan oleh guru, tidak hanya bertujuan untuk memperoleh informasi, tetapi juga untuk meningkatkan terjadinya interaksi antara guru dengan peserta didik dan antara peserta didik dengan peserta didik. Dengan demikian, pertanyaan yang diajukan guru tidak semata-mata bertujuan mendapatkan informasi tentang pengetahuan peserta didiknya, tetapi yang jauh lebih penting adalah untuk mendorong para peserta didik berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Ada 4 alasan mengapa seorang guru perlu menguasai keterampilan bertanya, karena:
1. Guru cenderung mendominasi kelas dengan ceramah
2. Peserta didik belum terbiasa mengjukan pertanyaan
3. Peserta didik harus dilibatkan secara mental-intelektual secara maksimal
4. Adanya anggapan bahwa pertanyaan hanya berfungsi untuk menguji pemahaman
peserta didik.
Turney. 1979 ( dalam Anitah Sri 2007: 7.7) pertanyaan yang baik mempunyai
berbagai fungsi antara lain:
1. Membangkitkan minat dan keinginantahuan pserta didik tentang suatu topic.
2. Memusatkan perhatian pada masalah tertentu
3. Menggalakkan penerapan belajar aktif
4. Merangsang peserta didik mengjukan pertanyaan sendiri
5. Menstrukturkan tugas-tugas hingga kegiatan belajar dapat berlangsung secara
maksimal.
6. Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik.
7. Mengkomunikasikan dan merealisasikan bahwa semua peserta didik harus
terlibat
8. Menyediakan kesempatan bagi peserta didik untuk mendemonstrasikan
pemahamannya tentang informasi yang diberikan.
9. Melibatkan peserta didik dalam memanfaatkan kesimpulan yang dapat
mendorong mengembangkan proses berfikir.
10. Mengembangkan kebiasaan menanggapi pernyataan teman atau pernyataan
guru.
11. Memberi kesempatan untuk belajar berdiskusi.
12. Membantu peserta didik menyatakan perasaan dan pikiran yang murni.
Pada dasarnya, keterampilan bertanya dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar, yaitu keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut. Keterampilan bertanya dasar terdiri atas komponen-komponen: a) Pengajuan pertanyaan secara jelas dan singkat, b) pemberian acuan, c) pemusatan, d) pemindahan giliran, e) penyebaran, f) pemberian waktu berfikir, g) pemberian tuntunan.
Keterampilan bertanya lanjutan terdiri atas komponen-komponen: a) pengubahan tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan, b) pengaturan urutan pertanyaan, c). penggunaan pertanyaan pelacak, d) peningkatan terjadinya interaksi.
Dalam menerapkan keterampilan bertanya dasar dan lanjut, guru perlu memperhatikan perinsip-prinsip: a) kehangatan dan keantusisan, b) Menghindari kebiasaan mengulang pertanyaan sendiri, menjawab pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan yang mengundang jawaban serempak, mengulangi jawaban peserta didik, mengajukan pertanyaan ganda, dan menunjuk peserta didik sebelum mengajukan pertanyaan, c) Waktu berfikir yang diberikan untuk pertanyaan tingkat lanjut lebih banyak dari yang diberikan untuk pertanyaan tingkat dasar, d) pertanyaan pokok harus disusun terlebih dahulu, kemudian dinilai sesudah selesai mengajar.
2. Keterampilan Memberi Penguatan
Penguatan adalah respons yang diberikan terhadap perilaku atau perbuatan yang dianggap baik, yang dapat membuat terulangnya atau meningkatnya perilaku/perbuatan yang dianggap baik tersebut. Dalam kegiatan pembelajaran, penguatan mempunyai peran penting dalam meningkatkan keefektifan kegiatan pembelajaran. Pujian atau respons positif guru terhadap perilaku perbuatan peserta didik yang positif akan membuat peserta didik merasa senang karena dianggap mempunyai kemampuan. Namun sejogyanya, guru sangat jarang memuji perilaku/perbuatan peserta didik yang positif. Yang sering terjadi adalah guru menegur atau memberi respons negative terhadap perbuatannju t peserta didik yang negative. Oleh karena itu, guru perlu melatih diri sehingga terampil dan terbiasa memberikan penguatan.
Dalam kaitan dengan kegiatan pembelajaran, tujuan memberi penguatan adalah untuk:
1. Meningkatkan perhatian peserta didik
2. Membangkitkan dan memelihara motivasi peserta didik
3. Memudahkan peserta didik belajar
4. Mengontrol dan memodifikasi tingkah laku peserta didik serta mendorong mun
culnya perilaku yang positif.
5. Menimbulkan rasa percaya diri pada diri peserta didik
6. Memelihara iklim kelas yang kondusif
Penguatan dapat dibagi menjadi penguatan verbal dan nonverbal. Penguatan verbal diberikan dalam bentuk kata-kata/kalimat pujian, sentuhan, kegiatan yang menyenangkan, serta benda atau simbol. Penguatan dapat juga diberikan dalam bentuk penguatan tak penuh jika respons/perilaku peserta didik tidak sepenuhnya memenuhi harapan.
Dalam memberikan penguatan harus diperhatikan prinsip-prinsip berikut:
1. Kehangatan dan keantusisan
2. Kebermaknaan
3. Hindari respons negative
4. Penguatan harus bervariasi
5. Sasaran penguatan harus jelas
6. Penguatan harus diberikan segera setelah perilaku yang diharapkan muncul.
3. Keterampilan Mengadakan Variasi
Variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak menoton. Variasi dapat berwujud perubahan-perubahan atau perbedaan-perbedaan. Yang sengaja diciptakan/dibuat untuk memberikan kesan yang unik. Misalnya model baju yang sama, tetapi berbeda hiasannya akan menimbulkan kesan unik bagi masing-masing model tersebut.
Variasi sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Peserta didik akan menjdi sangat bosan jika guru selalu mengajar dengan cara yang sama. Tidak jarang terjadi adanya peserta didik yang selalu hafal dengan “gaya” mengajar gurunya sehingga ia sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh guru. Hal yang demikian, sering dijadikan bahan permainan yang disampaikan dengan berbagai kode. Tentu saja keadaan seperti ini, tidak menunjang keefektifan kegiatan pembelajaran di kelas. Untuk menghindari terjadinya hal-hal seperti ini, guru perlu menguasai keterampilan mengadakan variasi.
Variasi di dalam kegiatan pembelajaran bertujuan antara lain untuk hal-hal berikut.
1. Menghilangkan kebosanan peserta didik dalam belajar
2. Meningkatkan motivasi peserta didik dalam mempelajari sesuatu
3. Mengembangkan keinginan peserta didik untuk mengetahui dan menyelidiki hal-hal
Baru
4. Melayani gaya belajar peserta didik yang beraneka ragam
5. Meningkatkan kader keaktifan/keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Komponen keterampilan mengadakan vriasi dibagi menjadi 3 kelompok sebagai berikut.
a. Variasi dalam gaya mengajar yang meliputi variasi suara, pemusatan perhatian,
kesenyapan, pergantian posisi guru, kontak pandang, serta gerakan badan dan mimik.
b. Variasi didengar, dilihat, dan interaksi dan kegiatan
c. Variasi penggunaan alat bantu pelajaran yang meliputi alat/bahan yang dapat
dimanipulasi.
4. Keterampilan Menjelaskan
Istilah menjelaskan sering dikacaukan dengan menceriterakan. Misalnya pengalaman berkelana ke berbagai daerah yang diceriterakan kepada orang lain sering dianggap sebagai kegiatan menjelaskan. Dari segi etimologis, kata menjelaskan “mengandung makna “membuat sesuatu menjadi jelas”. Dalam kegiatan menjelaskan terkandung makna pengkajian informasi secara sistematis sehingga yang menerima penjelasan mempunyai gambaran yang jelas tentang hubungan informasi yang satu denga yang lain.
Komponen keterampilan menjelaskan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
Merencanakan materi penjelasan yang mencakup:
Menganalisis masalah
Menentukan hubungan
Menggunakan hokum, rumus, dan generalisasi yang sesuai
2. Menyajikan penjelasan yang mencakup:
a. kejelasan, yaitu keterampilan yang erat kaitannya dengan penggunaan bahasa lisan
b. penggunaan contoh dan ilustrasi, yang dapat dilakukan dengan pola induktif atau
deduktif.
pemberian tekanan yang dapat dilakukan dengan berbagai variasi gaya mengajar dan membuat struktur sajian
balikan, yang bertujuan untuk mendapat informasi tentang tingkat pemahaman peserta didik, baik melalui pertanyaan maupun melalui tugas.
Penjelasan dapat diberikan pada awal, tengah, dan akhir pelajaran, dengan selalu memperhatikan karakteristik peserta didik yang diberi penjelasan serta materi/masalah yang dijelaskan.